Kunjungan Ke Monisa

1

Pamplet di pintu masuk MONISA (Monumen Islam Asia Tenggara). Sebagaimana terlihat, kondisinya kurang mendapat perhatian dari Pemerintah NAD, khususnya Pemerintah Daerah Aceh Timur.

Kunjungan ini dilakukan pada tanggal 17 Mei 2007.

2

3

Team LPSA berada disisi makam Raja Peureulak I Tgk. Sayid Maulana Alaidin Abdul Aziz Syah (memerintah sejak 225H – 249H / 840 – 864M). Lokasi di Bandar Khalifah Peureulak.

4

Team LPSA saat berdoa dimakam Tgk. Malem Panyang (Panglima Said Sulaiman Assafi) di Bandar Khalifah, Peureulak, Kab. Aceh Timur.

Panjang makam ini tidak seperti makam pada umumnya, panjangnya mencapai + 9M

Raja Peureulak

Raja Peureulak02

manuskrip

Team LPSA ketika berkunjung di makam Tgk. Sulthan Abdullah Syah (memerintah sejak 306-310H / 918-922M).

Terlihat kondisi papan nama yang memprihatinkan, berlumut dan sebahagian catnya telah luntur.

Raja Peureulak03

Kondisi papan nama di Makam Tgk. Sulthan Abdullah Syah sangat memprihatinkan, padahal ini bukti sejarah bahwa kerajaan Islam pertama dikawasan Asia Tenggara berada di Aceh. Perhatikan tanda panah putih !

Lokasi Kerajaan Peureulak 1

Lokasi Kerajaan pertama Aceh. Tanpa papan nama. Mungkin banyak rakyat Aceh menyangka bahwa lokasi ini hanyalah tanah kosong tempat melepas ternak warga. Padahal, tempat inilah yang menjadi pusat kerajaan Islam di Aceh pertama kalinya.

Mesjid Pertama Di Aceh

Mesjid Pertama di Aceh, yang merupakan mesjid kerajaan Islam di Aceh. Kondisinya sangat memprihatinkan, tak ada perawatan apalagi renovasi. Berbeda dengan mesjid-mesjid sekarang di Aceh. Padahal mesjid ini merupakan bukti sejarah Kerajaan Islam di Asia Tenggara.

Kolam pemandian Putroe Nurul A’la

Kendati terlihat seperti rawa-rawa, tetapi ini adalah kolam pemandian Putri Raja Peureulak.

Inilah kolam pemandian Bunda Putroe Nurul A’la (anak dari Raja Tgk. Sulthan Abdullah Syah) yang memerintah sejak 510-527H / 1108-1134M.

Kondisinya sekarang seperti terlihat, tidak ada upaya pemeliharaan dan renovasi.

——————————————–

Melalui website ini, kami mengharapkan kepedulian seluruh komponen pemerintahan Aceh serta masyarakat Aceh yang berdomisili di Aceh maupun diluar daerah, untuk memperhatikan kondisi tempat-tempat bersejarah di Aceh.

Adapun bentuk kepedulian itu bisa berupa penggalangan dana dan menyumbangkannya guna melakukan renovasi dan pemeliharaan asset sejarah di Aceh, khususnya diwilayah Peureulak yang merupakan tempat berdirinya kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan layangkan E-Mail ke : lpsaceh@yahoo.com

Tembusan :
Presiden SBY
Gubernur NAD
Bupati Aceh Timur
Harian Serambi Indonesia
Harian Rakyat Aceh

11 Tanggapan ke “Kunjungan Ke Monisa”


  1. 1 syafriadi November 18, 2007 pukul 8:57 am

    ga ada bekas kerajaannya ya? kok cuma tanah kosong.
    ———————–
    Ya, karena kurangnya perhatian dan tidak adanya pemeliharaan bekas2 kerajaan, akhirnya kondisi bekas kerajaan seperti terlihat, cuma tanah kosong.

  2. 3 benbego November 18, 2007 pukul 10:58 am

    Sayang ya tak terawat. mudah2an ada pejabat
    yg ngeliat ini dan berkenan melestarikan!
    ————————-
    Ya, mudah-mudahan saja, para pejabat dan pemimpin negeri ini, terutama pejabat di Aceh tergerak hatinya untuk membantu upaya kami memelihara dan merenovasi tempat2 bersejarah tanpa mengubah bentuk aslinya. Terima kasih atas kunjungannya.

  3. 4 Nabawi Majid April 25, 2008 pukul 5:56 pm

    Saya asli putra kelahiran desa Bandrong kecamatan peureulak, saya sangat sedih melihat kondisi situs yang sangat bersejarah ini mulai dari kunjungan menteri Agama RI,Gubernur di masa Hadi Thayeb, Ali Hasyimi tahun 80 puluhan dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda pembangunan dan hanya sebatas wacana. yang perlu kita sama-sama pikirkan dan kita desak pemerintah untuk membentuk Tim peneliti untuk penentuan di mana letak kerajaan Islam yang pertama di aceh (peureulak atau Pase) yang akhirnya akan lahir sebuah sebuah Qanun agar tidak saling klem. yang endingnya mempercepat pembangunan tempat wisata sejarah

    wass
    Nabawi Majid (koordinator)
    Aceh Marginal Institute
    Peureulak Aceh Timur
    Mobile: 0811676390

    • 5 samsul HIMPRA September 16, 2009 pukul 4:33 pm

      assalamu’alaikum wr, wb
      sebelumnya saya mhon maaf atas kelancangan saya mengirim sebuah kata-kat ini buat kanda nabawi,saya juga putra peureulak,yang sangat-sangat berkeinginan melanjutkan perjuangan kanda dalam membangun kembali monisa yang ada di daerah kita,kami mohon dukungan kanda karena kami dari Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Peureulak Raya (HIMPRA) akan mencoba untuk melaanjutkan perjuangan kanda-kanda dalam membangun kembali MONISA,saya mohon maaf telah lancang mengambil no contack kanda,salam dari kami HIMPRA,

  4. 6 AS. Setya Juli 4, 2008 pukul 4:53 am

    Apa masyarakat mudah melupakan sejarahnya?
    ironis…

  5. 7 war Maret 16, 2009 pukul 4:54 am

    Sejarah, nyan merupakan saboh kalimat yg rayek that makna, tp nyo tapugah masalah nyan bak pejabat gutanyo mu di pakou tan, peng muhambo jino siat diaceh tp takalon pu nyang na membangun???

    Nyang na le tudong cit rumoh pejabat ube2 raya, rakyat mutamah muroh aju, kbn tapugot tuma pejabat gutanyo hate kaditop le peng.

    Nyo munan syedara lon.

    Han Ek Pike ….

    Han Lon Kupiah…..

  6. 8 har Mei 31, 2009 pukul 12:06 pm

    ghot that setuju lage droeneuh pegah hai syedara(war) menyo that tapike that mumang ulee teuh. sang sang menyoe tpegah awak laen baroe2 kon begini-bgitu,bansa lamit,dsb.ghot that pbeutoi droeteuh,malah awak nyan yg jeut djaga kelestarian purba,hahahahaha,man tanyoe pu yg kaleh tapeu buet ke Nanggroe teuh,sabee tuwoe ke umpung menyoe “kaceh”(boh manoek).

  7. 9 mahfud Juli 29, 2009 pukul 9:00 am

    dak jeut sejarah tentang di tamong islam phon di aceh neu tuleh n neupeudeh gamba jih…

  8. 10 agus irwanto November 20, 2009 pukul 4:32 am

    inilah kita…..orang2 yang sangat mudah melupakan sejarah dan jasa orang.utk itu mari kita sosialisasikan dan kita kenalkan kembali situs sejarah aceh, sebagai awal membangun aceh kembali. mari kita jaga jati diri aceh yang islami.SELAMAT BEKERJA

  9. 11 amir Desember 16, 2009 pukul 1:30 am

    sudah seharusnya bikin tiem untuk melacak semua tempat sejarah aceh.dan harus cepat ada perbaikan sebelum terlambat.karena kondisi aceh sekarang diserang dari segala penjuru dan tidak menutup kemukinan bukti-bukti sejarah aceh akan dihilangkan apa lagi generasi aceh sudah malas /lupa dengan sejarahnya.disaat sejarah hilanng maka melamah kan generasi yang akan datang.sebagai mana yang dilakukan oleh SNOK HOGRANYEE tempu dulu terhadap aceh+sejarah.dan ini menjadi pelajaran untuk generasi aceh sekarang.kami mendukung pelacakan situs2 & sejarah aceh.


Tinggalkan Balasan




Selamat Datang

Di Website LPSA
Lembaga Penelitian Sejarah Aceh
Alamat sekretariat:
Jl. Meurandeh, Kota Langsa.
E-Mail : lpsaceh@yahoo.com

Jumlah Pengunjung

  • 10,699 hits

Pengunjung Dari


Google Statistik for me

Status Anda :
IP

Peta Asal Pengunjung