SEKELUMIT TENTANG LPSA
LPSA (Lembaga Penelitian Sejarah Aceh) adalah sebuah lembaga yang dibentuk guna memenuhi kebutuhan serta menarik minat masyarakat aceh untuk kembali menelusuri tentang sejarah bangsa dan negerinya. Hal ini dianggap perlu mengingat semakin hari semakin terlihat keengganan masyarakat Aceh untuk mengetahui bagaimana Aceh yang sebenarnya dalam konteks sejarah, belum lagi bagaimana menjaga asset sejarah yang terbilang kaya, tetapi sekarang hilang begitu saja atau dibiarkan terlantar tanpa ada usaha-usaha perbaikan dan pelestarian sebagaimana semestinya.
Kegiatan Awal LPSA
- Kunjungan ke Makam Raja Peureulak I Abu Nek (sebutan team) Tgk. Sayid Maulana Alaidin Abdul Aziz Syah yang terletak di Bandar Khalifah Peureulak, serta kunjungan ke Makam Umi Nek Putri Makhdum Khudawi, isteri dari Abu Nek Tgk. Sayid Maulana Alaidin Abdul Aziz Syah. (Memerintah pada tahun 225H – 249H / 840M – 864M)
- Kunjungan ke Makam Tgk. Malem Panyang (Abu Nek Panglima Said Sulaiman Assafi) yang terletak di Bandar Khalifah, Peureulak.
- Kunjungan ke Makam Abu Nek Tgk. Sultan Abdullah Syah, (memerintah dari tahun 306H – 310H / 918M – 922M) yang merupakan ayah dari Bunda Putroe Nurul A’la. Lokasi dimaksud terletak di lorong Tanjong Paya Meuligo.
- Kunjungan ke Buket Meuligo bekas Istana Bunda Putroe Nurul A’la yang memerintah sejak tahun 510H – 527H / 1108M – 1134M di Paya Meuligoe
- Kunjungan ke Bekas kolam Bunda Putroe Nurul A’la, di Paya Meuligoe
- Kunjungan ke Mesjid pertama Kerajaan Aceh (Baitul Qadim / Dayah Bunda Putroe Nurul A’la, Paya Meuligoe.
- Kunjungan ke Makam Bunda Putroe Nurul A’la di Kreung Tuan.
- Kunjungan ke Sumber Air Panas di lorong Tanjong Paya Meuligoe.
Adapaun program kerja Team LPSA adalah melakukan langkah-langkah positif untuk menggalang dana pendukung agar rencana kerja dapat terealisasikan sehingga asset sejarah Aceh dapat dikenali dan terjaga keberadaannya. Rencana kerja tersebut diantaranya adalah ;
- Merapikan kembali kondisi tempat-tempat bersejarah di seluruh wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.
- Membangun / merevisi bangunan-bangunan yang dianggap sangat berpengaruh diseluruh Prov. Nanggroe Aceh Darussalam, seperti papan nama, makam para ulama dan hal-hal lain yang berkenaan dengan tempat atau asset sejarah Aceh. Namun untuk tahap awal lebih diarahkan ke MONISA.
- Membukukan hasil temuan agar dapat dibaca oleh masyarakat secara luas.

Dewan Pengurus Team LPSA
Direktur : Baihaqi, S.Ag
Wa. Direktur : T. Syamsuddin, S.Ag
Sekjend : Faisal, S.HI
Wa. Sekjend : Tgk. Syahrul
Bendahara : Adnan, S.HI



Semoga Nanggroe Aceh Darussalam tetap menjadi Serambi Mekah.
—————————————-
Ya, Semoga saja ya mas. Mohon doanya.
Salam
saya orang Sunda (jawa barat) tapi senang dengan Aceh, saya punya dokumen tentang penelitian rumah traditional Aceh yang dilakukan oleh UI dan ITB. Saya ingin berbagi. kira-kira bagaimana?
Terimakasih
maaf
ada bung agus sudah mempostingkannya di web?
saya pribadi mau diemail ke edymlyn@gmail.com
terimakasih