Surat kepada Perss

Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa) butuh perhatian Pemerintah Daerah

Langsa, 18/11/2007

Baihaqi, SAgPemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), khususnya Pemkab Aceh Timur diminta segera menggagas kembali Monumen Islam Asia Tenggara (MONISA) sebagai bukti sejarah masuknya Islam pertama ke Peureulak, Aceh Timur.

Permintaan tersebut disampaikan Direktur Lembaga Penelitian Sejarah Aceh (LPSA), Baihaqi, S.Ag, Permintaan tersebut disampaikan sehubungan dengan belum tersentuhnya pembangunan kembali (renovasi-pent) monumen MONISA oleh pemerintah setempat.


monisa2 Menurutnya, dulu semasa almarhum Arifin Amin yang merupakan salah seorang putra daerah dan penggagas MONISA masih hidup, perjuangan mendirikan monumen tersebut terus mendapat perhatian dari semua kalangan. Malahan, miniaturnya juga sudah dibuat dan kini terbengkalai di garasi mobil pendapa Peureulak.


monisa1 Ia mengharapkan, kepada Pemkab Aceh Timur untuk tahap awal segera menggandeng sejumlah tokoh dan pemangku adat setempat guna duduk bersama membicarakan kelanjutan masa depan sejarah peradaban Peureulak yang kini telah lenyap dari peredaran informasi sejarah. “Padahal, kalau mau jujur sejarah peradaban Peureulak itu merupakan urat nadi sejarah Islam dia Asia Tenggara,” imbuhnya.


Dikatakan, sosialisasi kepada publik tentang alur sejarah masuknya Islam pertama di Peureulak harus segera dilakukan guna memberi pemahaman sejarah yang tepat kepada seluruh masyarakat.


Disebutkan, sebelum ini, salah satu buku yang ditulis oleh alm. Arifin Amin, yang mengisahkan tentang kerajaan Islam Peureulak juga sempat beredar di tengah -tengah masyarakat. Namun, setelah penulis meninggal, buku-buku tersebut tidak banyak yang dicetak ulang, bahkan sudah sulit untuk mendapatkannya.


Padahal, di dalam buku tersebut cukup banyak tertera bukti -bukti sejarah yang disertai dengan sejumlah pantun-pantun indah yang memberi kesan estetika yang cukup tinggi.


Begitupun, sejarah peradaban Islam di Peureulak bukanlah milik masyarakat setempat. Namun juga milik warga muslim di Asia. “Jadi, sudah seharusnya seluruh pemerhati sejarah serta lembaga yang konsen terhadap situs ini kiranya dapat mimikirkan masalah ini,” katanya.

Teks Foto ;

1. Terlihat Papan nama komplek Monumen Islam Asia Tenggara (MONISA) yang kondisinya memprihatinkan.

2. Tampak Pendapa Monisa yang keadaanya kini terbengkalai.

0 Responses to “Surat kepada Perss”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat Datang

Di Website LPSA
Lembaga Penelitian Sejarah Aceh
Alamat sekretariat:
Jl. Meurandeh, Kota Langsa.
E-Mail : lpsaceh@yahoo.com

Jumlah Pengunjung

  • 25,936 hits

Pengunjung Dari


Google Statistik for me
Status Anda :
IP
Peta Asal Pengunjung

%d blogger menyukai ini: